fbpx

Tanyakan 6 Hal Ini, Sebelum Menyewa Kontraktor untuk Bangun Rumah

Kontraktor yang kamu pilih tidak hanya menentukan biaya pembangunan rumah nantinya, namun juga hasil akhir dari pengerjaannya. Sekalipun kamu telah mendapatkan rekomendasi dari orang-orang yang kamu percaya, belum tentu cara kerja, sistem pembayaran, dan sistem pelaksaanaan proyeknya sesuai dengan apa yang telah kamu rencanakan.

Untuk itu, ada baiknya melangsungkan sesi interview dengan para calon kontraktor dan menanyakan beberapa hal berikut supaya tidak menyesal di kemudian hari.

1. Jenis proyek yang telah ditangani

Jasa kontraktor memang telah terverifikasi secara resmi, para pekerjanya pun merupakan tenaga ahli yang sudah pasti mumpuni di bidangnya. Namun, kamu tetap harus menyesuaikan profil proyek yang sudah ditangani oleh calon kontraktor dengan konsep rumah impian.

Jika memang sesuai, perhatikan bagaimana kualitas dari hasil kerja kontraktor. Jangan ragu untuk bertanya pada klien sebelumnya untuk memverifikasi kredibilitas dan kualitas hasil akhir dari pengerjaannya.

2. Lama pengerjaan setiap proyek

Sekalipun terdapat perpanjangan waktu, ketahui penyebabnya lebih jelas, apakah dikarenakan kendala di lapangan, kondisi cuaca, atau minimnya ketersediaan material. Permasalahan seperti ini masih dapat dimengerti, namun hindari kontraktor yang kerap memperpanjang waktu pelaksanaan proyek akibat efisiensi kerja yang kurang maksimal.

3. Sistem perjanjian pelaksanaan proyek

Pastikan kamu telah memahami kontrak kerja dengan kontraktor dengan baik. Jika terdapat kausal yang dianggap membingungkan atau malah merugikan pihak pengguna jasa, jangan ragu bertanya dan menuntut renovasi. Dalam perjanjian ini juga, sebaiknya kamu mengetahui dengan jelas apa saja yang menjadi hak dan kewajiban kedua belah pihak.

4. Sistem pembayaran proyek

Terdapat dua jenis sistem pembayaran jasa kontraktor, yaitu pembayaran bertahap atau termin dan sistem cost and fee. Perbedaan kedua sistem pembayaran ini terletak pada siapa yang berperan sebagai pengelola proyek dan masa pembayarannya.

Dalam sistem pembayaran termin, terdapat empat tahapan pembayaran kontraktor. Mulai dari down payment (DP) senilai 20-30 persen dari total biaya, pembayaran tahap kedua saat proyek telah 50 persen selesai hingga ke pelunasan akhir saat proyek telah sepenuhnya selesai.

Sedangkan, kontraktor mengendalikan secara penuh pengelolaan keuangan proyek untuk sistem cost and fee, kamu sebagai pengguna jasa hanya perlu membayar anggaran yang ditetapkan setiap bulannya.

5. Siapa penanggung jawab proyek

Tim kontraktor biasanya akan melaporkan perkembangan proyek melalui penanggung jawab proyek. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk aktif berkomunikasi dengan penanggung jawab proyek.

Jika terjadi kendala dalam pelaksanaan proyek, penanggung jawab proyeklah yang akan menyampaikan langsung kondisi yang terjadi di lapangan. Solusi dari permasalahan tersebut juga bisa langsung dikonsultasikan bersama penanggung jawab proyek.

6. Bentuk garansi yang diberikan

Penyedia jasa kontraktor profesional umumnya menyertakan garansi dalam perjanjian kerja. Garansi dapat digunakan ketika terdapat kerusakan pada bangunan setelah proyek dirampungkan oleh kontraktor. Namun setiap kontraktor menyediakan bentuk garansi yang berbeda-beda, dan ini berhubungan dengan cakupan kerusakan yang akan ditangani nantinya.

Submit Your Comment